Rabu, 25 Oktober 2017

PENCEMARAN UDARA


       Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana substansi fisik, kimia dan biologi yang berada di lapisan udara bumi dalam jumlah yang sangat banyak sehingga bisa sangat membahayakan bagi tubuh manusia. Bukan hanya itu saja, pencemaran udara juga bisa membahayakan seluruh ekositem yang ada di bumi seprti komponen biotik, kenyamanan tempat tinggal, serta bisa juga merusak keindahan lingkungan. Pencemaran udara tidak timbul dengan sendirinya, terdapat beberapa macam akibat yang bisa menjadi faktor terjadinya pencemaran udara. Pencemaran udara bisa bersifat alami atau juga bisa disebabkan oleh manusia.
Macam-macam Pencemaran Udara
Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Penyebab Terjadinya Pencemaran
       

     Menurut ahli Sains, secara natural udara yang berada di atmosfir bumi ini adalah gabungan dari beberapa jenis gas seperti gas nitrogen (78%), CO2 (0,0035%), uap air (0,01%), gas oksigen (21%) dan gas argon sebesar (1%).
     Di zaman sekarang kebutuhan kendaraan bermotor sangat penting sekali, maka dari itu setiap tahun volume kendaraan bermotor di kota-kota besar dan pedesaan terus meningkat. Hal ini juga yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran udara. Asap dari kendaraan bermotor akan merusak atmosfer yang ada di bumi ini.
Komposisi dari gas-gas diatas tidak sepenuhnya seperti itu, kandungan gas tersebut akan mengalami perubahan yang diakibatkan oleh adanya pencemaran udara. 
     Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya pencemaran udara;
  1. Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang diakibatkan dari adanya kebocoran mesin pendingin seperti kulkas, AC ruangan dan AC mobil.
  2. Asap pembakaran dari batu bara yang diakibatkan dari pembangkit listrik dapat mengeluarkan partikel nitrogen oksida (NO2) dan juga oksida sulfur (SO2).
  3. Menyebarnya bahan radioaktif seperti percobaan nuklir dan bom atom akan melepaskan partikel debu radioaktif ke udara.
  4. Asap vulkanik yang diakibatkan dari aktivitas gunung berapi pun bisa melepaskan partikel-partikel dedu ke udara.
    Asap kendaraan bermotor, asap pembakaran hutas dan juga cerobong pabrik akan melepaskan gas CO2 dan juga CO ke udara.
Dampak Pencemaran Udara

1. Hujan Asam
        
       Terjadinya hujan asan karena kandungan oksida belerang dan juga oksida nitrogen yang dihasilkan dari pembakaran batu bara. Hal ini terjadi karena hasil pembakarna tadi bereaksi danegan uap air dan membentuk awan asam (asam sulfat nitrat)

2. Terjangkit Kanker Kulit

     Akan meningkatkan potensi terjadinya kanker kulit, mata dan juga bisa menyebabkan
katarak.
     Pencemaran udara bisa menjadi pemicu kebocoran lapisan ozon sehingga membuat keseimbangan ekosistem menjadi terganggu akibat dari efek rumah kaca.


3. Terkena Penyakit ISPA


     Bisa menimbulkan keracunan yang diakibatkan oleh pengikatan CO2 yang dihasilkan dari pencemaran udara.
     Asap kebakaran hutan yang terus menerus tidak ditanggulangi bisa menjadi penyebab terjadinya penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Pencemaran udara bisa mengakibatkan kualitas udara menjadi sangar buruk, sehingga menjadi penyebab menurunnya kesehatan manusia dan juga makhluk hidup lainnya.
4. Memicu Adanya Pemanasan Global

     Memicu terjadinya pemanasan global. Pemanasan global itu terjadi akibat dari jangka panjang polusi udara. Pencemaran udara dalam kategori yang sudah buruk bisa memicunya pemanasan global.
5. Mengganggu Pertumbuhan Tanaman

     Mengganggu pertumbuhan tanaman ini diakibatkan oleh pencemaran udara. Polusi udara akan mengganggu tanaman, tanaman akan lebih mudah terkena berbagai macam penyakit jika berada pada lingkungan yang kurang baik seperti adanya bintik hitam, nekrosis dan klorosis.
Pencegahan Pencemaran Udara

     Menimbang pada penyebab pencemaran udara dan dampak yang ditimbulkannya, kita sebagai khalifah di muka bumi tentu perlu untuk melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara yang terjadi agar keberlangsungan kehidupan dimuka bumi ini dapat tetap terjaga. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak pencemaran udara tersebut misalnya 
  • Dengan membuat jalur hijau berupa penanaman pohon-pohon di kota-kota besar  agar CO2 sebagai salah satu bahan pencemaran udara dapat terserap kembali melalui daur oksigen dan fotosintesis.
  • Mengurangi penggunaan minyak bumi dan bahan bakar fosil pada industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga untuk mengurangi jumlah limbah udara yang terlepas ke atmosfer.
  • Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biogas, energi surya, atau energi panas bumi.
  • Melakukan pengawasan lebih ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar.
  • Melarang warga membakar hutan saat melakukan land clearing lahan pertanian.
  • Tidak melakukan percobaan nuklir secara masif untuk mengurangi pencemaran radioaktif.

Solusi Untuk Mengatasi Pencemaran Udara

1. Reboisasi
   Reboisasi atau penanaman pohon kembali setelah digunakan wajib digalakkan. Pohon (tumbuhan) mampu mengurangi emisi senyawa karbon di udara. Tumbuhan membutuhkan karbondioksida sebagai bahan pembentukan glukosa, zat makanan yang amat penting dalam rantai makanan di bumi dan menghasilkan oksigen (senyawa penting untuk pernapasan). Ilegal logging yang terjadi serta pembalakan hutan atau konversi hutan menjadi lahan non produkrif tentu akan meningkatkan polusi udara karena emisi karbon tidak diolah oleh tumbuhan. Oleh karena itu, jika ingin udara kembali bersih maka tanamlah pohon dengan demikian udara di sekitar akan terasa sejuk (udara bersih).

 

2. Pengurangan Penggunaan CFC
  Pengurangan CFC melalui pengurangan penggunaan pendingin tentu menjadi pilihan bijak agar generasi selanjutnya dapat tetap menikmati udara yang sehat. Demi anak cucu kita, kita bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mereka.

3. Menggunakan Transportasi Umum
  Emisi karbon meningkat sebanding dengan meningkatnya kendaraan. Pasar industri otomotif menunjukkan kurva yang terus naik. Ini artinya penggunaan bahan bakar semakin meningkat, hasil pembakaran bahan bakar ini menghasilkan senyawa karbon (karbondioksida, karbomonoksida) atau bahkan logam- logam seperti timbal (asap hitam) yang sangat berbahaya. Penggunaan kendaraan umum tentu akan mengurangi hal – hal tersebut. Dengan demikian udara akan lebih sedikit baik.

 

4. Menggunakan Bahan Bakar yang Ramah Lingkungan
   Oke, jika pada poin nomor tiga sulit dilakukan, maka gunakanlah bahan bakar yang ramah lingkungan seperti bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan atau mesin industri. Perlu perhatian dari pemerintah memang untuk masalah bioetanol ini, krena memang produknya dipasaran dapat dikatakan belum ada. Penggunanan bahan bakar jenis pertamax menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan lebih ramah lingkungan bagi udara dibanding premium.  
   Penggunaan tenaga surya untuk suatu industri merupakan salah satu pilihan yang bijak bagi industri untuk energi yang terbarukan, serta ramah lingkungan. Sudah lama memang diketahui bahwa tenaga surya dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menghidupkan mesin- mesin industri. Namun memang masih kurang mendapat perhatian, mungkin dengan diterbitkan suatu peraturan yang mengikat akan sedikit memaksa para pelaku industri untuk menggunakan alternatif ini. (ini penting untuk kehidupan kita, dan anak cucu kita tetap sehat).

 

 5. Memanfaatkan Biogas Sebagai Bahan Bakar
    Beberapa organisme dapat mengasilkan metana yang dapat mecemari udara kita. Dan penelitian menunjukkan bahwa gas metana dapat dijadikan sebagai bahan bakar gas, oleh karena itu metana dikenal dengan biogas. Gas metana terdapat pada kotoran hewan ternak seperti sapi. Dari kotoran ini dapat diolah sebagai bahan bakar yang digunakan untuk memasak. Tentu ini pilihan yang sangat bijak, mengingat harga gas terus merangkak naik seiring dengann kenaikan harga barang pokok, dengan menggunakan biogas selain megurangi pencemaran tentu akan mengurangi anggaran belanja rumah tangga. Sehingga perlu sedikit perhatian pemerintah untuk mengamati peluang ini.


Referensi

Nama   : Defina Aqlima
Kelas   : TI - 41 -12
NIM    : 1201170024
Dosen  : Abdul Malik Firdaus